title : Wahai Langit, Kau Adalah Inspirasiku Aku adalah “seekor burung” yang lain daripada yang lainnya. Tak seperti burung lain yang memiliki sayap, sayapku patah sejak cangkang pembungkusku retak. Kupikir setiap burung memiliki sayap yang sama, tapi ternyata hanya sayapku saja yang tak bisa memeluk angin.Sejak lahir hidupku dua kali lipat lebih berat daripada burung-burung lain, mulai dari susah mencari makan sampai menanggung cemoohan tiada henti. “Dasar burung tidak bisa terbang.” begitu katanya. Bukan hal yang mudah hidup dengan sayap yang patah, apalagi jika engkau adalah pengagum “langit”. Tak terasa semenjak aku melihatmu wahai langit, engkau adalah hal terindah yang pernahku lihat. Wajahmu yang syahdu yang dihiasi gumpalan awan lembut bahkan lebih indah daripada musim semi. Engkau selalu tersenyum pada siapa saja yang menatapmu, membuatnya terpaku lalu tenggelam dalam buayan surga. Dan sejak saat itu, duniaku bukan lagi duniaku melainkan du...
Media Berita Gaul :)